Iklan

Dampak Protes Tokoh Masyarakat, PT CUP Mobilisasi Alat Berat Perbaiki Jalan Penghubung Antar Dusun Di Ketungau Hilir

mega-berita.com
Minggu, 23 Februari 2025 | 02.32 WIB Last Updated 2025-02-22T19:38:58Z

Mega-Berita.com Sintang, - Akses jalan yang menghubungkan Dusun Banjor dengan Dusun Tanjung Semuntik Desa Baong Sengatap Kecamatan Ketungau Hilir, yang berada di area perkebunan PT CUP, mengalami kerusakan parah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu akses masyarakat, tetapi juga berdampak pada operasional perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Permasalahan ini memicu reaksi dari masyarakat setempat, khususnya dari tokoh masyarakat dan mantan kepala desa, Petrus Gan.

Kerusakan jalan yang terjadi di Ketungau Hilir menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi penghubung antar dusun kini penuh dengan genangan air dan tanah berlumpur, menyulitkan mobilitas penduduk dan menghambat kegiatan masyarakat dan perusahaan, Menghadapi situasi ini, Petrus Gan, sebagai tokoh masyarakat yang menunjukkan kepemimpinan, mengambil langkah tegas melakukan aksi protes dengan memasang portal di akses jalan tersebut. Aksi ini tidak hanya sebagai bentuk penolakan terhadap kondisi jalan, tetapi juga menegaskan tuntutan masyarakat agar PT CUP bertanggung jawab terhadap perbaikan infrastruktur yang rusak.

Tindakan Petrus Gan bukan tanpa alasan oleh karena ketidakpuasan terhadap PT CUP, yang dinilai lupa terhadap kesepakatan di tahun 2012 silam saat perusahaan tersebut memulai investasi di daerah mereka, salah satunya adalah dalam menangani masalah infrastruktur yang sepertinya diabaikan pihak PT CUP. atas dasar kesepakatan tersebut kami memasang portal, masyarakat ingin menunjukkan bahwa mereka serius dalam memperjuangkan hak atas akses yang layak. Mereka berharap aksi ini dapat memicu perhatian perusahaan untuk segera melakukan perbaikan yang diperlukan. Tindakan tersebut mengalami dampak langsung terhadap mobilisasi kegiatan perusahaan, sehingga PT CUP terpaksa merespons tuntutan masyarakat.

Menanggapi aksi protes tersebut, PT CUP akhirnya bersikap responsif dengan menurunkan alat berat untuk memperbaiki jalan Penghubung kedua Dyaun. Di antara langkah-langkah perbaikan yang diambil adalah melakukan penimbunan dengan menggunakan material latrik dan memperbaiki saluran drainase untuk mencegah genangan air. Respons cepat dari pihak perusahaan menunjukkan bahwa protes masyarakat efektif dalam mendorong perubahan dan peningkatan infrastruktur.

Setelah adanya kesepakatan diantara kedua belah pihak, perusahaan langsung memobilisasi alat berat untuk melakukan perbaikan jalan dan pihak masyarakat melakukan pembongkaran portal jalan sebagai simbol protes, lebih lanjut Petrus Gan mengatakan sebagai masyarakat kami merasa betapa pentingnya akses jalan yang layak bagi kehidupan sehari-hari. Masyarakat ingin memastikan bahwa perbaikan dilakukan secara berkualitas dan berkelanjutan, agar tidak ada lagi kendala yang akan mengganggu aktivitas mereka di masa depan.

Melalui tindakan protes, tokoh masyarakat berhasil memotivasi perusahaan untuk melakukan perbaikan infrastruktur, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Respons dari PT CUP menjadi langkah positif, meskipun perasaan skeptis dan ketidakpuasan masyarakat tetap ada. Ini menunjukkan pentingnya kerjasama antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang mendukung kehidupan bersama. Kontinuitas dialog dan perhatian dari perusahaan sangat diperlukan agar hubungan ini dapat terjaga dan menciptakan kondisi yang saling menguntungkan.

...
Cecep Kamaruddin

Penulis

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dampak Protes Tokoh Masyarakat, PT CUP Mobilisasi Alat Berat Perbaiki Jalan Penghubung Antar Dusun Di Ketungau Hilir

Trending Now